Realisasi Belanja Aceh Utara Rp634,5 Miliar
By |
: | admin |
Posted On |
: | Sabtu, 15 Oktober 2011 09:03:19 |
View |
: | 141 Times |
Belanja Perubahan Direncanakan Rp1,2 Triliun
Pendapatan Aceh Utara tahun 2011 sampai 7 Oktober 2011 baru terealisasi Rp752,9 miliar lebih dari target yang direncanakan Rp970,6 miliar lebih. Belanja daerah terealisasi Rp634,5 miliar lebih dari yang direncanakan Rp1 triliun lebih. Sementara belanja setelah perubahan ditargetkan mencapai Rp1,2 triliun lebih.
Hal itu disampaikan Penjabat Bupati Aceh Utara M Ali Basyah dalam pidato pengantar nota keuangan Perubahan APBK 2011 dalam rapat paripurna DPRK, Kamis (13/10). Hasil evaluasi APBK 2011 per 7 Oktober, kata dia, dari total rencana pendapatan sebelum perubahan Rp970,6 miliar lebih, terealisasi 77,58 persen.
Rinciannnya, kata Ali Basyah, pendapatan asli daerah atau PAD Rp31,1 miliar atau 58,06 persen dari target yang ditetapkan Rp53,6 miliar lebih. Dana perimbangan direncanakan Rp827,4 miliar lebih, terealisasi Rp652,2 miliar lebih atau 78,83 persen. Lain-lain pendapatan daerah yang sah direncanakan Rp89,5 miliar lebih, teralisasi Rp69,5 miliar lebih atau 77,67 persen.
Menurut Ali Basyah, anggaran belanja dari yang direncanakan Rp1,087 triliun lebih, terealisasi Rp634,5 miliar lebih atau 58,37 persen. Rinciannya, belanja tidak langsung terealisasi Rp444,8 miliar lebih atau 70,07 persen. Terdiri dari belanja pegawai Rp397,6 miliar, belanja subsidi Rp5,7 miliar lebih, belanja hibah Rp8,2 miliar lebih, belanja bantuan sosial Rp5,1 miliar lebih, dan bantuan keuangan kepada pemerintah gampong berupa aparatur gampong Rp18,1 miliar lebih.
Belanja langsung, lanjut Ali Basyah, realisasi Rp189,6 miliar lebih atau 41,95 persen. Terdiri dari belanja pegawai Rp31,2 miliar lebih, belanja barang dan jasa Rp63,7 miliar lebih dan belanja modal Rp94,6 miliar lebih.
Sedangkan pembiayaan daerah, yaitu penerimaan pembiayaan ditargetkan Rp356,8 miliar lebih, terealisasi Rp73,1 miliar lebih. “Pengeluaran pembiyaan direncanakan Rp20,4 miliar lebih, terealisasi Rp3,5 miliar lebih,” katanya.
Perubahan Anggaran
Dalam rancangan perubahan APBK 2011, menurut Ali Basyah, pendapatan Rp1,1 triliun, meningkat Rp151,1 miliar lebih atau 15,57 persen bila dibandingkan target penerimaan sebelum perubahan. PAD ditargetkan dalam perubahan Rp53 miliar lebih, menurun Rp562,8 miliar lebih atau 1,05 persen dari target penerimaan pendapatan sebelum perubahan.
“Target perubahan penerimaan dana perimbangan Rp889,6 miliar lebih, bertambah 7,52 persen atau Rp62,2 miliar lebih dari target sebelum perubahan. Target perubahan lain-lain pendapatan daerah yang sah direncanakan Rp179 miliar lebih, bertambah 99,90 persen atau Rp89,4 miliar lebih dari sebelum perubahan,” kata Ali Basyah.
Ali Basyah menyatakan, rencana perubahan anggaran belanja 2011 direncanakan Rp1,2 triliun lebih, bertambah Rp131,8 miliar lebih bila dibandingkan sebelum perubahan. Dari total perubahan anggaran belanja itu, rinciannya belanja tidak langsung setelah perubahan Rp694,6 miliar lebih meningkat 9,40 persen atau Rp59,6 miliar lebih. Yaitu, belanja pegawai meningkat Rp56,5 miliar lebih dan bantuan hibah meningkat Rp1,8 miliar lebih dan bantuan sosial meningkat Rp1,3 miliar lebih.
Belanja langsung setelah perubahan direncanakan Rp524,2 miliar lebih, meningkat 15,59 persen atau Rp72,1 miliar lebih dari rencana sebelumnya. Yaitu, belanja pegawai meningkat Rp1,1 miliar lebih, belanja barang dan jasa meningkat Rp22,4 miliar lebih dan belanja modal meningkat Rp48,5 miliar lebih.
“Dapat disimpulkan, anggaran pendapatan setelah perubahan Rp1,1 triliun lebih, anggaran belanja setelah perubahan Rp1,2 triliunh lebih sehingga terjadi defisit Rp97,1 miliar lebih. Defisit ini akan ditutupi dari sumber pembiayaan. Yaitu, penerimaan pembiayaan tahun 2011 setelah perubahan direncanakan Rp114,7 miliar lebih yang terdiri dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya atau Silpa tahun 2010 Rp73,1 miliar lebih dan penerimaan pinjaman daerah Rp41,6 miliar lebih,” katanya.
Bila dibandingkan penerimaan pembiayaan sebelum perubahan Rp356,8 miliar lebih, lanjut Ali Basyah, maka terjadi penurunan disebabkan dana deposito Rp220 miliar yang sedang dalam proses hukum sampai saat ini ditempatkan pada neraca sesuai dengan hasil pemeriksaan laporan keuangan tahun anggaran 2010 oleh BPK, dan sisanya Rp22 miliar lebih merupakan kekurangan dari target penerimaan Silpa tahun sebelumnya.
“Pengeluaran pembiayaan tahun 2011 setelah perubahan direncanakan Rp17,6 miliar lebih terdiri dari penyertaan modal pemda pada PDAM Tirta Mon pase Rp2 miliar dan pembayaran utang pada pihak ke tiga Rp15,6 miliar lebih,” katanya.
Bila dibandingkan pengeluaran pembiayaan sebelum perubahan, kata Ali Basyah, terjadi penurunan Rp2,7 miliar lebih, karena hasil pemeriksaan tim inspektorat Aceh Utara yang dapat dibayarkan sesuai kemajuan fisik di lapangan Rp15,6 miliar lebih dari yang direncanakan Rp18,4 miliar lebih dalam APBK sebelum perubahan.
“Maka dari total penerimaan pembiayaan setelah perubahan dikurangi total pengeluaran pembiayaan setelah perubahan maka terdapat pembiayaan netto setelah perubahan Rp97,1 miliar lebih,” katanya. (nsy)
Sumber : www.harian-aceh.com


By
Posted On
View
Send
Print
Write