Masih Berapor Merah "15 SKPA Dicekal"

 By :
 admin
 Posted On :
 Jum`at, 3 September 2010 14:34:47
 View :
 119 Times

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf melarang 15 Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) melakukan perjalanan dinas ke luar daerah sebagai konsekwensi dari masih rendahnya realisasi proyek APBA 2010 oleh ke-15 SKPA tersebut. Sikap tegas Gubernur Irwandi Yusuf yang mencekal 15 Kepala SKPA melakukan perjalanan ke luar daerah disampaikan kepada pers usai rapat evaluasi pelaksanaan APBA 2010 di Lantai I Kompleks Gedung Kantor Gubernur Aceh, Rabu (1/9).

Menurut Irwandi, berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan proyek APBA 2010 hingga posisi Agustus, sebanyak 15 Kepala SKPA masih berapor merah atau baru mendapat nilai D. Dengan demikian mereka dilarang melakukan perjalanan dinas ke luar daerah. “Kebijakan itu kita ambil supaya ke-15 Kepala SKPA tersebut bisa lebih serius dan konsentrasi mempercepat penyelesaian pelaksanaan proyek fisik maupun pengadaan, di mana realisasi fisik proyeknya belum mencapai di atas 50 persen sampai Agustus kemarin,” ungkap Irwandi. Ke-15 SKPA yang dicekal itu, lihat boks.

Gubernur didampingi Kepala Biro Hukum dan Humas Setda Aceh Makmur Ibrahim, Kadis Pendidikan Bakhtiar Ishak, Kepala Bappeda Ir Iskandar, dan Ketua Tim Percepatan Pelaksanaan APBA 2010 Aceh Taqwallah menyebutkan, dengan larangan itu diharapkan lebih memotivasi mereka bersama pejabat eselon III, IV, dan pegawai lainnya bekerja maksimal mengawasi pelaksanaan proyek APBA masing-masing pada bulan September dan Oktober mendatang.

Risiko tinggi
Dijelaskannya, jika kebijakan itu tidak dikeluarkan, ada sekitar 726 paket proyek fisik senilai Rp 842,7 miliar yang statusnya berisiko tinggi karena terancam tidak bisa diselesaikan hingga akhir tahun. “Setelah rapor kinerja APBA-nya hijau atau biru, maka mereka diizinkan kembali melakukan perjalanan dinas untuk konsultasi pelaksanaan proyek APBN 2011 ke Jakarta,” kata Irwandi.

Irwandi menginformasikan, selain 726 paket proyek yang terancam tak selesai atau beresiko tinggi, sudah ada proyek yang posisi aman mencapai 2.443 paket. Itu artinya, proyek yang berisiko tinggi relatif rendah, hanya 23 persen.  Secara umum, lanjut Irwandi, meski realisasi fisik proyek dan keuangan belum mencapai target bulanannya hingga akhir Agustus 2010, tapi realisasinya sudah cukup baik. Realisasi fisik telah mencapai 50,15 persen dan keuangan 40,22 persen dari pagu APBA 2010 Rp 7,6 triliun. Diharapkannya, pada akhir September bisa naik di atas 60 persen, baik fisik maupun keuangannya.

Proyek-proyek berisiko tinggi yang dikhawatirkan tak selesai hingga akhir tahun, menurut Irwandi pada umumnya usulan dari kabupaten/kota. Di antaranya, lokasi atau tanahnya belum dibebaskan pemkab setempat, sementara proyek fisiknya telah ditender.  Selain itu, dari hasil evaluasi Tim Percepatan Pelaksanaan APBA 2010, masih ada 65 paket proyek senilai Rp 66,9 miliar yang telah dilelang tapi belum dikerjakan. Faktor lain, ada juga karena perusahaan pemenang yang modalnya tipis, sehingga belum melakukan pekerjaan fisik.

Problem lain, ada proyek yang telah ditender tapi belum teken kontrak. Jumlahnya mencapai 178 paket dengan nilai Rp 151,6 miliar. Yang ditender ulang 117 paket senilai Rp 101,7 miliar. Sedangkan yang dalam posisi proyeknya masih berapor merah sebanyak 366 paket atau senilai Rp 522,5 miliar. “Sedangkan jumlah proyek yang dalam posisi aman sebanyak 2.443 paket senilai Rp 1,9 triliun atau 77 persen,” kata Irwandi.

Kepala Bappeda Aceh Ir Iskandar mengatakan, realisasai fisik proyek dan keuangan APBA 2010 jika dibanding dengan daya serap anggaran dan fisik proyek APBN 2010, daya serap anggaran APBA tidak tertinggal jauh, karena realisasi fisik dan keuangan APBN juga seperti itu. “Bahkan dibandingkan tahun lalu, sudah banyak kinerja SKPA yang meningkat. Tahun lalu, pada bulan Agustus ada 30 SKPA yang masih berapor merah,” timpal Iskandar.(her)

Sumber : www.serambinews.com


 Send |  Print 

Other Topic In "Informasi Umum"

Category

Pesan Singkat

Artikel Terakhir

Top Download